Terungkap, Dugaan Proyek Siluman Pembangunan Drainase di Bengkulu Utara Disinyalir Proyek Pesanan

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Adanya dugaan proyek siluman yang belakangan dibangun di Kabupaten Bengkulu Utara, yakni pembangunan drainase. Terungkap, proyek tersebut mencapai Milyaran Rupiah, yang disinyalir merupakan proyek pesanan orang dekat petinggi di Pemerintahan Provinsi Bengkulu, yang dikerjakan di beberapa titik disepanjang jalan Provinsi Bengkulu mulai dari Kabupaten Bengkulu Tengah hingga Kabupaten Bengkulu Utara.

Menariknya, berjalannya dugaan proyek siluman yang diketahui dikerjakan oleh CV. Raja Permata ini, mendapatkan berbagai macam respon masyarakat, mulai dari keluhan material yang sembarangan memakan badan jalan, hingga pekerjaan yang terkesan asal jadi. Ditambah lagi, adanya keluhan para pekerja yang kerap tersendat menerima material hingga upah pekerja.

Berdasarkan informasi dari narasumber yang namanya enggan disebutkan, menyebutkan bahwa nominal angka proyek yang dikerjakan di 11 titik tersebut, berjumlah Rp. Rp. 1.940.933.555. Dimana, selaku proyek ini dikerjakan oleh CV Raja Permata, yang katanya didampingi oleh TP4D.

“Paket proyek ini milik inisialnya BI, dengan nama perusahaan yang mengerjakannya, CV. Raja Permata yang didampingi TP4D,” ungkap narsum yang juga merupakan pekerja pada proyek tersebut.

Proyek Siluman Drainase Dikeluhkan Masyarakat

Sejauh ini, narsum tersebut mengaku jika banyak sekali keluhan dari masyarakat atas pekerjaan proyek tersebut. Mulai dari belum dapat diterimanya hasil pekerjaan, hingga pekerjaan yang terkesan asal jadi. Ditambah lagi, penumpukan material di badan jalan yang mengganggu aktifitas pengendara kendaraan. Selain itu, disetiap titik adanya indikasi pengurangan volume dari proyek itu sendiri, seperti halnya di desa Senali, itu berdasarkan RAB seingatnya pembuatan drainase sepanjang 250 Meter. Namun, yang dibuat hanya sepanjang 175 meter saja.

“Kami cuma pekerja. Upah dibayar janjinya dengan sistem kubikasi. Jujur, kami tidak bisa mengejar target pekerjaan karena materialnya susah atau tersendat- sendat masuk. Khusus pekerjaan galian drainase, tidak termasuk dalam perjanjian kami. Ada pihak lain, yang mengerjakannya,” bebernya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas PU Provinsi Bengkulu Mulyani, belum merespon terkait adanya indikasi dugaan proyek siluman ini milik orang dekat Gubernur Bengkulu Rohidin mersyah. Namun sebelumnya, ia sempat menanggapi awak media tidak mengetahui jelas soal proyek tersebut, dan akan dilakukannya pengecekan diinternal terlebih dahulu.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment